Untuk dapat menggambar bentuk dengan baik dan benar,
diperlukan pengetahuan dan penguasaan terhadap prinsip-prinsip dan langkah
kerjanya. Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai
berikut.
Model adalah objek yang dijadikan acuan untuk
menggambar. Menggunakan model berarti menggambar bentuk terfokus pada objek
yang digambar, bukan sekadar ingatan. Model gambar dapat dibuat secara langsung
atau tidak langsung.
Menggambar secara langsung, yaitu dengan menatap model
yang ada di depan mata. Menggambar secara tidak langsung, yaitu
menggambar model dari foto (reproduksi). Foto berasal dari majalah, koran,
buku, atau media lainnya. Perhatikan Gambar 2.3 berikut.
2.
Proporsi
Suatu benda tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran
antara bagian satu dengan bagian lainnya. Kesebandingan, keseimbangan, atau
kesesuaian bentuk dan ukuran suatu benda antara bagian yang satu dengan bagian
yang lain itulah yang dinamakan proporsi. Dengan menggunakan proporsi
yang tepat, maka gambar benda yang dihasilkan akan tampak wajar. Jika gambar
yang dibuat tidak sesuai dengan proporsi maka akan terkesan janggal. Perhatikan
Gambar 2.4 berikut.
3.
Komposisi
Komposisi adalah tata susunan yang menyangkut keseimbangan,
kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya seni rupa. Gambar bentuk
yang baik harus memerhatikan komposisi sehingga gambar yang dibuat dapat
menghasilkan kesan yang seimbang, menyatu, berirama, dan selaras.
- Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah penggambaran objek benda
yang memberikan adanya kesan keseimbangan antarbagian-bagiannya, artinya tidak
terkesan berat di salah satu sisi dan ringan di sisi yang lain. Perhatikan
Gambar 2.5 berikut.
- Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah suatu penggambaran objek yang memberikan
kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan
dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah. Perhatikan
Gambar 2.6 berikut.
- Irama (rhythm)
Irama adalah suatu penggambaran objek yang
memberikan kesan pergerakan dengan alur yang teratur. Gambar yang terkesan
ritmisnya akan terasa enak dipandang mata, lain dengan gambar yang acak-acakan
dan tidak jelas pengaturan objeknya. Perhatikan Gambar 2.7 berikut.
- Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah suatu penggambaran objek yang
memberikan kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan bagian yang lain
dalam suatu benda, atau benda yang satu dengan benda yang lain dipadukan.
Perhatikan Gambar 2.8 berikut.
4.
Perspektif
Benda yang letaknya lebih dekat dengan pandangan mata,
tampak lebih besar ukurannya bila dibandingkan dengan benda-benda yang letaknya
jauh dari pandangan mata. Semakin jauh benda tersebut maka akan hilang dari
pandangan mata (menuju suatu titik), misalnya saat melihat rel kereta api.
Sesungguhnya rel kereta api itu besarnya sama, tetapi karena kesan pandangan
mata, rel tersebut akan semakin menyempit dan menuju ke satu titik. Jadi, perspektif
adalah penggambaran objek berdasar kesan pandangan mata.
Perspektif yang baik akan dapat menimbulkan kesan ruang tiga
dimensi dalam bentuk gambar. Bila benda yang digambar tidak menggunakan kaidah
perspektif maka akan terkesan janggal. Perhatikan Gambar 2.9 berikut.
5.
Gelap-terang
Sinar yang jatuh pada suatu benda (baik sinar yang jatuh secara
langsung atau tidak langsung) akan menimbulkan efek terang di satu sisi dan bayangan
(gelap) di sisi yang lain. Perhatikan Gambar 2.10 berikut.
tutorial menggambarnya bisa di lihat seperti di bawah ini:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar